Rutinitas Banjir dan Limbah Pasar Tradisional Tanjung Pura di Soal dalam RDP DPRD Langkat

Langkat, halKAhalKI.com | Permasalahan banjir di Kecamatan Tanjung Pura khususnya di seputaran kota Tanjung Pura dan tidak adanya saluran pembuangan limbah yang dihasilkan Pasar Tradisional jalan Khairil Anwar Tanjung Pura, menjadi pokok bahasan dan pemikiran guna mencari solusi didalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Langkat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat Donny Setha dan dihadiri Ketua Komisi D DPRD Langkat, Sri Bana PA di ruang rapat paripurna DPRD Langkat, Rabu (15/7/2020).

Dalam RDP tersebut hadir beberapa orang yang mewakili masyarakat Tanjung Pura diantaranya Wahyu Bima Mahruzar,.Risky Andre, SP., Zulkarnain, Wawan Wira Yudha, Praktisi Hukum Syafril, SH serta Reza Fadli Ibrahim, SH., Dhevan Efendi Rao,. SH,. S.Pd.

Serta Camat Tanjung Pura Taufik Rieza, Lurah Pelan Tanjung Pura, Kepala Desa Pekubuan dan 2 orang Perwakilan dari Dinas PUPR Kabupaten Langkat, salah satunya Ansari Damanik.

Perwakilan masyarakat, Syafril mengungkapkan dibutuhkan peran serta DPRD Langkat dan Pemkab Langkat dalam mencari dan mengerjakan solusi dari banjir tahunan yang kerap terjadi di Tanjung Pura serta penangan air limbah pasar tradisional di Tanjung Pura yang dibangun dimasa Kepala Dinas Perindustrian-nya Basrah Pordomuan

Demikian Wahyu Bima meminta kepada DPRD Langkat untuk membantu mengantisipasi banjir di Tanjung Pura dan limbah yang dihadapi masyarakat khususnya di seputaran pasar tradisional jalan Khairil Anwar.

Hal yang senada diutarakan Devan Rao, bahwa masyarakat meminta persoalan banjir dan limbah yang berasal dari pasar tradisional di jalan Khairil Anwar Tanjung Pura segera diselesaikan mengingat warga senantiasa menghadapi banjir setiap tahunnya dan menggenangi halaman serta rumah warga serta meluapnya air limbah pembuangan dari pasar tradisional kerumah warga akibat tidak ada dan berfungsinya saluran drainage.

Selanjutnya 1 2 3