Pendirian Monumen T Amir Hamzah di Kwala Begumit, Diminta MUI dan Ormas Islam di Langkat

Ketua MUI Langkat, H Mahfudz didampingi pimpinan organisasi Islam membacakan pernyataan sikapnya di depan anggota DPRD Langkat di ruang rapat paripurna DPRD Langkat, Rabu (1/6/2020)

Langkat, halKAhalKI.com | Pembangunan monumen sejarah di tempat pembantaian T. Amir Hamzah dan 26 orang lainnya di Desa Kwala Begumit
Kecamatan Binjai Langkat menjadi salah satu tuntutan unjuk rasa ormas Islam dan kepemudaan serta mahasiswa yang dikoordinir MUI Kabupaten Langkat,usai sholat Zuhur, Rabu (1/7/2020).

Hal ini merupakan bagian dari pernyataan sikap menolak Rancangan Undan Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang dibacakan Ketua MUI Langkat, H Mahfudz didepan anggota DPRD Langkat yang menerima pimpinan ormas islam, kepemudaan serta mahasiswa yang mendampingi Ketua MUI Kabupaten Langkat.

'Untuk mengingat sejarah kekejaman Komunis di Kabupaten Langkat yang membantai Pahlawan Nasional T. Amir Hamzah bersama 26 orang lainnya di Desa Kwala begumt Kecamatan Binjai Langkat, kami meminta dengan sesungguhnya kepada Pemerintah Kabupaten Langkat dan Provinsi Sumatera Utara untuk membangun Monumen sejarah ditempat pembantaian T. Amir Hamzah dan 26 orang lainnya. Agar generasi
penerus di Kabupaten Langkat dopat mengenang dan mempelajari sejarah kekejaman komunis (PKI) di Kabupaten Langkat," sebut H Mahfudz membacakan bagian dari pernyataan sikap selain penolakan terhadap RUU HIP.

H Mahfudz juga meminta Bupati Langkat dan Polres Langkat untuk bekerja sama memberantas maksiat, korupsi, prostitusi dan judi di Kabupaten Langkat.



Selanjutnya 1 2