Dugaan Pencabulan 4 Santriwati di Serang. Kuasa Hukum Korban Minta Pelaku di Hukum Berat

Amelia Suhaili kuasa hukum dari Kantor Hukum BHF Banten dan rekan./ ist

Serang, halKAhalKI.com | Terkait kasus pencabulan yang menimpa para 4 orang anak santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Serang Provinsi Banten, sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Serang mendatangi Polres Kota Serang, untuk memberikan dukungan moril kepada para korban pencabulan, Senin 27 Juli 2020.

Ke 4 santri yang masih berusia anak tersebut mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum pimpinan pondok pesantren di mana mereka menimba ilmu selama ini.

Hal ini dikatakan Amelia Suhaili salah satu kuasa hukum dari Kantor Hukum BHF Banten yang mendampingi para korban.

Menurutnya, selain untuk memberikan dukungan moril kepada para korban yang hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban, masyarakat Kota Serang dari berbagai elemen tersebut juga memantau  jalannya  proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.





"Sejauh ini pihak kepolisian telah melakukan tugasnya dengan maksimal dan profesional, berbagai pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, termasuk para korban dan juga oknum pimpinan pondok pesantren yang diduga sebagai pelaku pencabulan tersebut," kata Amelia.

Amelia juga menjelaskan, dalam hal ini pelaku diduga melanggar Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya 1 2