Awal Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi COVID-19. Siswa di Langkat Masih Belajar Daring

Ilustrasi/ siswa SD belajar di kelas sebelum masa pandemi COVID-19 ist

Langkat, halKAhalKI.com | Terkait kebijakan Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 pada satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim siaran pers Kemendikbud Nomor 137/ sipres/A6/VI/2020, mengatakan, “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.”

Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud.





Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Syaiful Abdi kepada halKAhalKI.com, Jum'at (10/7/2020) usai sholat Jum'at menyatakan Kabupaten Langkat dalam memulai tahun ajaran 2020/2021 yang akan dilaksanakan mulai 13 Juli yang akan datang akan melaksanakan proses belajar di PAUD, SD, SMP secara daring (dalam jaringan) sebagaimana mengantisipasi penyebaran virus corona terhadap anak didik serta sesuai dengan kebijakan Kemendikbud.

"Kita masih belajar daring, belum bisa belajar secara tatap muka langsung. Karena takut kita terpapar, sebab (Langkat) masih zona merah, namun kilta lihat juga, kita pilah pilah juga nanti kalau memang kecamatan itu belum ada (warga yang positif) corona nanti kita pertimbangkan. Kita akan berdiskusi dengan kementerian Pendidikan ," kata Kadis Pendidikan Langkat kepada halKAhalKI.com, Jum'at (10/7/2020) siang

Selanjutnya 1 2