Kunjungi Pondok Pesantren Al Ikhwan, Serapuh ABC Padang Tualang,

Arist Merdeka Sirait,Tidak Ada Toleransi dan Kata Damai Terhadap Kejahatan Seksual Anak

Foto : Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kunjungi Ponpes Al Ikhwan Desa Serapuh ABC Kecamatan Padang Tualang Kab.Langkat, Rabu (27/3/2019)

halKAhalKI.com, LANGKAT - Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Langkat bersama timnya berkunjung ke pondok Pesantren Al Ikhwan di Dusun II Desa Serapuh ABC Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, sehubungan dengan kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut yang diduga pelakunya oknum Yayasan penyelenggara lembaga pendidikan tersebut berinisial DI (40), Rabu (27/3/2018).

Dalam kunjugan tersebut Arist Merdeka Sirait didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk,Keluarga Berencana dan Perempuan,Perlindungan Anak (PPKB dan PPA)  Kabupaten Langkat Purnama Dewi Tarigan, Kepala Bidang Perempuan ,Perlindungan Anak Dinas PPKB dan PPA  Kabupaten Langka Mimi Wardani Lubis, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat Enis Safrin Aldin dan personil Polres Langkat.

BACA JUGA :

Di Langkat Puluhan Anak Laki Laki Diduga Jadi Korban Sodomi Gurunya

P2TP2A Langkat Minta UU 17/2016 Jadi Acuan Aparat Hukum Jerat Pelaku Kejahatan Seksual Anak





Arist Merdeka Sirait diterima oleh salah seorang pengasuh ponpes Muhammada Irwansyah di kantor lembaga pendidikan tersebut. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menyampaikan maksud kedatangannya untuk mengklarifikasi pemberitaan dan laporan masyarakat yang di terima pihaknya, perihal adanya dugaan santri santri diperlakukan tidak pada tempatnya, menjadi korban kejahatan seksual yang diduga pelakunya DI yang merupakan Ketua Yayasan dari lembaga pendidikan tersebut.

"Kedatangan saya disini hanya mengklarifikasi kasus yang dialami anak anak santri sekaligus memberikan perlindungan kepada aanak sebagai korban," kata Arist Merdeka Sirait.

Dari informasi yang dirangkum dan pantauan langsung halKAhalKI.com,diketahui santri santri yang mondok menempati satu kamar 25 santri atau dengan luas sekitar 7 x 4 meter.



Selanjutnya 1 2 3